HR. Tirmidzi
1 Keutamaan menikah dan motivasi 2 Larangan membujang 3 Sabda Nabi "Jika datang kepada kalian laki2 yang engkau ridhai agamanya, nikahkanlah" 4 Wanita dinikahi karena tiga 5 Melihat wanita pinangan 6 Mengumumkan pernikahan 7 Doa untuk mempelai 8 Doa bersetubuh 9 Waktu-waktu disunnahkan menikah 10 Walimah 11 Mendatangi undangan 12 Datang ke walimahan tanpa undangan 13 Menikahi gadis 14 Tidak sah nikah tanpa wali 15 Tidak sah nikah tanpa ada saksi 16 Khutbah nikah 17 Minta persetujuan gadis dan janda 18 Dimakruhkan memaksa anak perempuan yatim dikawini 19 Dua wali sama-sama menikahkan 20 Budak menikah tanpa seijin tuannya 21 Mahar 22 Lain2 23 laki-laki memerdekakan hamba sahaya lalu menikahi 24 Keutamaan menikahi hamba sahaya setelah memerdekakan 25 Menikahi wanita kemudian mencerai sebelum senggama 26 Mencerai isteri tiga kali lantas menikahi wanita lain dan mencerainya 27 Muhallil dan muhallal lahu 28 Keharaman nikah mut'ah 29 Larangan nikah syighar 30 Tidak menikahi wanita sekaligus menikahi bibinya 31 Syarat akad pernikahan 32 Laki-laki masuk Islam dan mempunyai sepuluh isteri 33 Laki-laki masuk Islam dan mempunyai dua isteri saudara kandung 34 Membeli hamba sahaya ternyata sedang hamil 35 Memperoleh tawanan hamba sahaya yang bersuami, apakah dihalalkan menyenggamai 36 Dimakruhkan penghasilan pelacur 37 Jangan laki-laki meminang pinangan saudara lain 38 Azl 39 Dimakruhkan azl 40 Tinggal malam pertama di gadis atau janda 41 Menyamaratakan giliran isteri 42 Suami isteri musyrik, lantas satunya masuk Islam 43 Laki-laki menikahi wanita, dan meninggal sebelum melunasi mahar